Dwayne 'The Rock' Johnson
Berita Selebritis

Kisah Hidup Dwayne ‘The Rock’ Johnson: Dari Football, Gulat Hingga Aktor Kelas A

Siapa yang tidak mengenal Dwayne Johnson alias The Rock? Nama dan wajahnya sering terpampang di berbagai film Hollywood. Bahkan sebagian di antaranya sempat menjadi box office, sebut saja THE GAME PLAN yang sukses meraup keuntungan sebesar Rp 310 Miliar di tahun 2007.

Selain itu ada film fiksi ilmiah RACE TO WITCH MOUNTAIN di tahun 2009 dan juga franchise FAST AND FURIOUS yang sering menuai kesuksesan di setiap penayangannya. Di film terbarunya, JUMANJI: wELCOME TO THE JUNGLE, Dwayne Johnson termasuk menuai pujian dikarenakan kualitas aktingnya yang mumpuni.

Namun siapa sangka, jadi aktor yang sering menuai keberhasilan kala membintangi suatu film bukanlah keliru satu perihal yang dibayangkan oleh Dwayne semasa kecil. Bahkan meski lahir di keluarga yang berprofesi sebagai pegulat profesional, Dwayne juga tak dulu bercita-cita meneruskan jejak keluarganya di dunia gulat. Dwayne justru punyai ambisi untuk bertekun football sebelum saat terjun sebagai pegulat profesional dan aktor Hollywood.

Sering Berbuat Onar Hingga Dikeluarkan berasal dari Sekolah

Dwayne Douglas Johnson lahir di Hayward, California terhadap tanggal 2 Mei 1972. Dia adalah cucu berasal dari pegulat profesional, Peter “High Chief” Fanene Maivia. Ayah Dwayne sendiri termasuk meneruskan jejak karir sang kakek bersama dengan nama panggung Rocky Johnson. Ketika duduk di bangku SMA, Dwayne sering berganti-ganti sekolah gara-gara sering berbuat onar. Freedom High yang terletak di Bethlehem adalah sekolah keempat yang ia singgahi dalam tiga th. terakhir.

Sedari pernah Dwayne miliki badan yang besar Sbobet Indonesia dan tegap dan karena silsilah keluarganya yang berpfrofesi sebagai pegulat, murid lain sering menjadikannya percobaan untuk diadu. Hal selanjutnya akhirnya mengakibatkan Dwayne muda jadi privat yang semena-mena. Ia sering berbuat onar, melanggar aturan sampai memanfaatkan toilet di area guru cuma karena ia tidak menyukai aroma toilet untuk murid laki-laki.

Hidupnya Mulai Berubah!

Berawal dikala ia memanfaatkan toilet di area guru, Dwayne ditegur oleh laki-laki pendek dan berkumis tetapi galak luar biasa. Karena sempat menghiraukan tegurannya, lelaki selanjutnya akhirnya menghempaskan Dwayne ke tembok. Seumur hidup, Dwayne tidak pernah diperlakukan layaknya itu dan untuk pertama kalinya dia mulai terlampau takut.

Tak lama setelahnya, Dwayne mencari sosok lelaki itu yang lantas ia ketahui adalah seorang guru bernama Jody Cwik. “Aku sebetulnya tidak mengidamkan tumbuh jadi murid yang sering berbuat onar. Aku minta maaf dan dia menggenggam tanganku erat sekali. Kemudian tiba-tiba Mr. Cwik berkata, ‘Nak, aku mengidamkan kamu muncul ke lapangan dan bermain football’. Di hari itu, sepenuhnya pun berubah,” ungkap Dwayne seperti dilansir dari Sports Illustrated.

Kecintaan Dwayne Pada Dunia Football

Meskipun sejak kecil sering mengikuti sang bapak bertanding, namun di benak Dwayne muda tak tersedia asumsi untuk meniti karirnya di dunia gulat. Kecintaannya justru jatuh pada dunia football. Berkat wejangan dari Mr. Cwik, Dwayne pun perlahan jadi berlatih dan bertanding. Siapa sangka, bakatnya di dunia football justru berikan warna baru dan target hidup bagi Dwayne?

Hal tersebut bermula kala Mr. Cwik memberikannya sebuah wejangan, “Keluargamu tidak punyai uang, nilaimu standard. Kalau anda idamkan keluar berasal dari kota ini dan memicu perubahan hebat di hidupmu, football adalah kuncinya!” Berkat kalimat motivasi berasal dari Mr. Cwik, Dwyane berhasil jadi hanya satu orang di keluarga besarnya yang masuk ke bangku kuliah melalui prestasinya di dunia football.

Baca Juga: https://www.mairiederabat.com/biografi-shohei-ohtani/

Depresi Ketika Karir Football Hancur

Pada th. 1990, Dwayne Johnson berhasil diterima di University of Miami dan masuk ke tim football di bawah anjuran pelatih Dennis Erickson. Dwayne melalui jaman susah dikala wajib beradu dengan rekan sesama timnya, Warren Sapp untuk merebutkan posisi di garis pertahanan. Terlebih kala itu, Dwayne sempat merintis operasi karena bahu kirinya cedera.

Untuk menukar posisi Dwayne, kelanjutannya Darren pun terpilih. Merasa hancur, Dwayne mulai malas untuk bersosialisasi dan sering menangis sendirian. Namun dibalik semua hal tersebut, Dwayne sukses lulus di tahun 1993 bersama dengan menyandang gelar sarjana kriminologi dan psikologi. Meskipun NFL mirip sekali tak berminat bakal jejak karir Dwayne di dunia football, namun Dwayne tak kemudian menyerah. Selepas lulus kuliah, ia di tandatangani kontrak bersama dengan Canadian Football League. Namun sayang, dua bulan kemudian dia diberhentikan berasal dari tim dan perlu mengucapkan sepanjang tinggal pada dunia yang ia cintai.

Awal Kemunculan The Rock Yang Fenomenal!

Selama sebagian tahun terakhir, Dwayne tinggal bersama dengan kedua orangtuanya di Tampa. Hingga kelanjutannya di tahun 1996 ia pun tertarik untuk meneruskan rutinitas keluarganya bersama dengan ikuti persaingan gulat di ajang World Wrestling Entertainment (WWE). Meski tak miliki pengalaman mirip sekali, namun Dwayne lansung dipasangkan bersama dengan Brooklyn Brawler – yang kebetulan adalah lawan pertama sang ayah kala pertandingan gulat di Texas.

Kondisi ekonomi Dwayne yang susah selagi itu sebabkan ia mirip sekali tak punya peralatan gulat. Dia mencari celana bekas punya pamannya hingga memakai pelindung lutut untuk olahraga voli selagi bertanding. Tak disangka, Dwayne justru capai sukses besar di ajang gulat bersama dengan memenangkan berbagai pertandingan WWE dan capai banyak pecinta didalam satu dekade terakhir. Hingga kelanjutannya ia pun merubah nama panggungnya dari Rocky Maivia menjadi The Rock.

Debut di Hollywood dan Aktor Kelas A

Sukses di dunia gulat, Dwayne tak lantas berpuas diri. Ia ingin mengukuhkan namanya bersama dengan coba peruntungan di dunia perfilman Hollywood. The Rock sukses lewat proses casting THE MUMMY RETURN dan mengawali debut film pertamanya di tahun 2001. Meskipun cuma mendapat peran minor, namun produser dan sutradara memandang potensi besar di diri The Rock selagi itu.

Setelah film berikut jadi Box Office, berbagai tawaran film pun mendatanginya. Beberapa diantaranya jadi fenomenal dan raih berhasil besar. Hingga akhirnya, di th. 2016 majalah Forbes menobatkan Dwayne Johnson sebagai aktor dengan bayaran tertinggi di Hollywood dengan perkiraan kekayaan sebesar Rp 867 Miliar! Hingga kini, Dwayne Johnson aka The Rock berhasil menjaga eksistensinya di dunia showbiz Hollywood dengan kualitas akting dan prestasinya.

Kisah hidup The Rock seolah mengajarkan bahwa berhasil besar tidak berasal dari sesuatu yang instan. Butuh pengorbanan, perjuangan dan juga kerja keras untuk beroleh semua perihal tersebut. Benar saja, ambisi The Rock dan juga jatuh bangunnya di dunia football berhasil mengantarkannya jadi aktor Hollywood kelas A sementara ini!